Miras Buat "Teler" Beneran 80 Orang di Kawasan Sumedang -->

Kategori Berita

Sabtu, 5 April 2025

Iklan Semua Halaman

Miras Buat "Teler" Beneran 80 Orang di Kawasan Sumedang

Friday, December 5, 2014


Kepala Humas RSUD Sumedang, Iman Budiman mengatakan, pasien yang masuk ke RSUD Sumedang, korban minuman keras oplosan di Sumedang, kian hari, terus bertambah. Hingga, Kamis, (4/12/2014) pukul 17.19 WIB, sudah ada 80 pasien yang masuk ke IGD RSUD Sumedang. 

"Tiap hari, pasien terus bertambah, kenaikannya (pasien yang masuk) cepat sekali. Dari tanggal 1 Desember sampai hari ini, korban minuman keras oplosan mencapai 80 orang, 80 itu termasuk yang meninggal dunia," kata Iman saat ditemui di RSUD Sumedang, Kamis (4/12/2014). Menurut Iman, 80 pasien itu berdatangan dari sejumlah kecamatan di Sumedang, di antaranya, Kecamatan Tanjungsari, Kecamatan Cimanggung, Kecamatan Pamulihan, Kecamatan Sumedang Utara, Semedang Selatan dan kecamatan lainnya. "Jadi tidak hanya di satu tempat saja," katanya. Iman menambahkan, 80 korban itu juga datang dari usia yang bervariasi. "Mulai dari 11 tahun sampai 62 tahun," katanya. Berdasarkan pantauan Kompas.com, di IGD RSUD Sumedang pasien korban minuman keras tumplek. Beberapa pasien ada yang muntah-muntah dan meringis kesakitan. Miras Masalah Berakar Dari Kapitalisme Menurut Aktivis HTI Sumedang, Rizqi Awal, Kejadian ini tidak lepas dari akar Kapitalisme dan Sekulerisme. Inilah mengapa, senantiasa jatuhnya korban semacam ini berulang kali."Ini karena negara memelihara kemaksiatan, membiarkan kemaksiatan, dan membolehkan kemaksiatan. Inilah negara yang sesungguhnya melakukan tindakan keji kepada rakyatnya, dengan membolehkan keharaman dilakukan,"  tandasnya.Jadi ini harus ditumpas hingga akarnya, dan meminta kepada seluruh pihak untuk tidak menjual satu pun miras. Serta mengingatkan bahwa kejadian ini timbul karena negara membiarkan kondisi ini terus berlangsung. (Kompas/misumedang)