Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau pihak-pihak yang sebelumnya berseberangan dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta dapat kembali bersatu. Serta saling menumbuhkan sikap santun dan menguatkan persaudaraan antar sesama.
"Saatnya kita rukun kembali, menjaga toleransi dan perdamaian. Prinsipnya, sesama warga Indonesia perlu merekatkan kembali rasa bersaudara, setanah air, dan sebangsa," jelas Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/4).
Dia menilai, warga Jakarta telah menunjukkan kedewasaan politik dan kualitas demokrasi. Dengan mampu berpolitik secara sehat, santun, cerdas, dan elegan.
"Pelaksanaan pemungutan suara yang baik ini jangan dinodai, jangan dikotori. Yang menang jangan jumawa, yang kalah harus menerima dengan lapang dada," kata Kiai Said.
Menurutnya, siapapun nanti yang berhasil memimpin ibu kota periode 2017-2022 harus dihormati dan didukung bersama.
"Gubernur adalah pemimpin yang telah diberi mandat oleh rakyat. Pemimpin itu haruslah orang yang adil yang mampu melaksanakan tugas dengan manajemen dan pengetahuan. Serta memiliki kejernihan batin," beber Kiai Said
Dia pun meminta KPU DKI melakukan penghitungan suara dengan jujur dan amanah. Kemudian jujur dalam mengumumkan pemenang berdasarkan data dan validasi yang sepenuhnya dapat dipertanggungjawabkan.
"Mohon kepada kedua kandidat untuk tidak tergesa-gesa mengumumkan kemenangan. Kita menghormati sumbangsih survei dalam kehidupan demokrasi, namun demikian yang dianut sesuai undang-undang adalah perhitungan di KPU," tegas Kiai Said. (tajuk-indonesia.com)
Komentar