Maksud Ingin Laporkan Penabrak, Anak Kelas 4 SD ini Malah Jadi Tersangka -->

Kategori Berita

Rabu, 16 April 2025

Iklan Semua Halaman

Maksud Ingin Laporkan Penabrak, Anak Kelas 4 SD ini Malah Jadi Tersangka

Saturday, April 22, 2017
Ayu Widiyaningsih, masih duduk bangku kelas 4 di SD berusia 11 tahun harus menjalani proses peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Jember. Bocah SD ini menjadi tersangka setelah mengalami kecelakaan di Jalan Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, 12 September 2016 silam.

Awal cerita Ayu yang naik motor memboncengkan Windi teman sekelasnya, namun motor yang dipakai adalah motor milik Windi karena Windi tidak bisa naik motor. Ayu di depan, Windi dibonceng. Keduanya ini ternyata juga merupakan sahabat karib, baik di rumah maupun di sekolah. Mereka satu kelas di SDN Ke muningsari Lor 1 Kecamatan Panti.

Kedua bocah SD ini naik motor sehabis pulang dari rumah teman keduanya, pada saat melintas di jalan raya daerah Tisnogambar, Bangsalsari, motor Ayu bermaksud untuk menyalip mobil di depannya namun ternyata dari arah berlawanan datang sebuah mobil Yaris yang dikemudikan oleh pemuda asal Rambipuji.


Kecelakaan tidak bisa terhindarkan hingga kondisi Ayu dan windi mengalami luka2 dan kakinya mengalami patah tulang.

Kaki Ayu robek dan beberapa luka di sekujur tubuhnya. Sedangkan Windi mengalami luka lebih parah. Tulang kaki kanannya patah. Windi harus menginap beberapa hari di RSD Soebandi.
Pihak keluarga Windi tidak terima dengan pihak mobil Yaris, apalagi dari pihak penabrak terkesan lari tidak bertanggung jawab dan akhirnya orang tua windi melaporkan penabrak ke ranah hukum. Namun kondisi justru terbalik, jalur hukum yang dipilihnya bukan menguntungkan pihaknya. Namun, malah menyeret anaknya dan teman sekolahnya ke kursi pengadilan.

dilansir dari jawapos menyebutkan bahwa Ayu menjadi terdakwa karena mengendarai motor tanpa SIM dan helm juga STNK. Sedang Windi saat itu dibonceng. Dia juga tidak menggunakan helm, sama seperti Ayu. Keduanya pun harus menjalani sidang di PN Jember. Senin (17/4), menjadi hari pertama kasusnya masuk ke proses pengadilan. Meskipun agendanya masih dalam tahap diversi.

Sebuah pembelajaran sangat berharga buat para orang tua agar selalu memperhatikan gerak gerik tingkah laku anak, harus tegas untuk melarang anak membawa motor jika belum saatnya karena anak kecil masil labil ketika naik motor. Dari sini juga bisa kita ambil kesimpulan bahwa pihak mobil tidak selalu salah, dilihat dari kronologi sebenarnya maka motor tetap salah meskipun berhadapan dengan mobil. (wawker.com)